State Management di 2026
— State Management, React, Zustand, Tanstack Query — 2 min read
State Management di 2026: Apa yang Saya Pakai Sekarang (dan Kenapa)
Halo teman-teman,
Dulu saya sering pusing milih state management. Redux, Zustand, Jotai, Recoil, Context API… semuanya pernah saya coba. Sekarang di 2026, pilihan saya sudah jauh lebih simple.
Ini yang saya pakai di hampir semua project:
1. Server State → TanStack Query (React Query)
Ini tetap juara.
Semua data dari server (API, database, server actions) saya taruh di TanStack Query. Kenapa?
- Caching otomatis
- Background refetch
- Loading & error state yang rapi
- Sangat cocok dengan Next.js App Router
const { data, isLoading } = useQuery({ queryKey: ["users"], queryFn: () => getUsers(),});2. Client State → Zustand (yang paling sering)
Untuk state yang pure di client (UI state, modal, theme, form sementara), saya pakai Zustand.
Alasan:
- Super ringan
- API-nya simple
- Bisa pakai TypeScript dengan enak
- Gak perlu Provider ribet
const useUIStore = create((set) => ({ isSidebarOpen: false, toggleSidebar: () => set((state) => ({ isSidebarOpen: !state.isSidebarOpen })),}));3. Form State → React Hook Form + Zod
Masih terbaik. Kombinasi React Hook Form + Zod bikin form jadi sangat type-safe dan performant.
4. Global Shared State yang Jarang
Kalau bener-bener butuh shared state antar banyak komponen yang jauh, baru saya pertimbangkan Context atau Jotai. Tapi jarang banget.
Prinsip yang Saya Pegang
- Server state ≠ Client state — jangan campur.
- Jangan over-engineer. Banyak project cuma butuh TanStack Query + Zustand.
- Kalau state-nya cuma dipakai di 1-2 komponen, pakai
useStateaja. - Prioritaskan Developer Experience.
Kesimpulan
Di 2026, saya sudah jarang pakai Redux. Stack yang paling sering saya pakai sekarang:
- TanStack Query → data dari server
- Zustand → UI / client state
- React Hook Form + Zod → form
Simple, powerful, dan gak bikin pusing.
Pertanyaan buat kalian:
Kalian lagi pakai state management apa sekarang?
Masih setia sama Redux atau sudah pindah?
Cerita di komentar yuk!
— Ady Rahmansyah Software Engineer | Tech Blogger | Coffee Addict